Dari Qatadah ra, dari Anas ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.’ (HR. Bukhari)

Jumat, 14 Mei 2010

Beberapa Pemimpin Islam Di Berbagai Negara




Islamic Black Flag

Islamic Black Flag
Bendera Syahadat dengan background hitam yang sering dipakai sebagai lambang oleh para Mujahiddin

Khalid Misyal

Khalid Misyal
Pemimpin HAMAS

Mullah Mohammed Omar

Mullah Mohammed Omar
Pemimpin Taliban

Abdullah Ocalan

Abdullah Ocalan
Pemimpin Kurdi

Shamil Basayev

Shamil Basayev
Pejuang Chechnya

Hasan Nasrallah

Hasan Nasrallah
Pemimpin Hizbullah

Moamar Khadafi

Moamar Khadafi
Pemimpin Libya

Saddam Husein

Saddam Husein
Pemimpin Iraq

Nur Misuari

Nur Misuari
Pemimpin MNLF Filipina Selatan

Aslan Maskhadov

Aslan Maskhadov
Pemimpin Chenchnya

Abu Bakar Ba'asyir

Abu Bakar Ba\
Amir Jama'ah Ansharut Tauhid

Osama Bin Laden

Osama Bin Laden
Pemimpin Al-Qaeda

Yasser Arafat

Yasser Arafat
Tokoh PLO

Jafar Umar Thalib

Jafar Umar Thalib  
Komandan Laskar Jihad

Mahmoud Ahmadinejad

Mahmoud Ahmadinejad
Presiden Iran

Amir Khattab

Amir Khattab
Pejuang Chechnya
sumber : militerislam.blogspot.com
Leia Mais

10 Bersaudara Penghafal Al-Qur'an dari Indonesia

Setiap orang tua muslim pasti ingin memiliki anak-anak yang hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Apalagi para kader dakwah yang sangat menyadari bahwa keluarga merupakan sasaran dakwah yang kedua; ishlahul usrah, setelah ishlahul fardi. Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini merupakan sebuah karya yang –seperti kata Ustadz Yusuf Mansur- akan menginspirasi banyak keluarga di tanah air. Ternyata membesarkan anak di masa sekarang untuk menjadi hafiz Al-Qur'an bukan sesuatu yang mustahil.

Buku ini adalah kisah nyata sebuah keluarga muslim di Indonesia. Keluarga dakwah. Keluarga yang mampu menjadikan 10 orang buah hati mereka sebagai anak-anak yang shalih, hafal Al-Qur'an dan berprestasi. Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula dan Wirianingsih beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Mutammimul Ula adalah anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah Staf Departemen Kaderisasi DPP PKS sekaligus Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan Ketua Umum PP Salimah (Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 propinsi dan lebih dari 400 daerah di Indonesia.


10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu adalah :

haxims.blogspot.com


Anak Pertama (Sulung)
haxims.blogspot.com
Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur'an pada usia 13 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 23 tahun, semester akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai pesertaPertamina Youth Programme 2007.

Anak Kedua
haxims.blogspot.com
Faris Jihady Hanifa
Putra kedua. Hafal Al-Qur'an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat buku ini ditulis usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariat LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur'an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

Anak Ketiga
haxims.blogspot.com
Maryam Qonitat
Putri ketiga. Hafal Al-Qur'an sejak usia 16 tahun. Saat buku ini ditulis usianya 19 tahun dan duduk di semester V Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar.

Anak Keempat
haxims.blogspot.com
Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal Al-Qur'an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

Anak Kelima
haxims.blogspot.com
Ahmad Rasikh 'Ilmi
Putra kelima. Saat buku ini ditulis hafal 15 juz Al-Qur'an, dan duduk di MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

Anak Keenam
haxims.blogspot.com
Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat buku ini ditulis hafal 13 juz Al-Qur'an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

Anak Ketujuh
haxims.blogspot.com
Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat buku ini ditulis ia hafal 9 juz Al-Qur'an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

Anak Kedelapan
haxims.blogspot.com
Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat buku ini ia duduk di MTs Darul Qur'an, Bogor. Yang sangat istimewa adalah, ia sudah hafal Al-Qur'an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

Anak Kesembilan
haxims.blogspot.com
Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an. Diantara prestasinya dalah juara I lomba membaca puisi.

Anak Kesepuluh (Bungsu)
haxims.blogspot.com
Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat buku ini ditulis ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan hafal 2 juz Al-Qur'an.

Buku 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an ini tidak hanya berisi bagaimana putra-putri Mutammimul Ula dan Wirianingsih menjadi penghafal Al-Qur'an. Di bagian pendahuluan terlebih dahulu dibahas Fakta Kemahaagungan Allah Menjaga Kemurnian Al-Qur'an sampai Akhir Zaman. Meliputi pembagian Al-Qur'an, Al-Qur'an sebagai Mukjizat, Sejarah Turunnya Al-Qur'an Kodifikasi Al-Qur'an, sampai Sejarah Pemeliharaan Kemurnian Al-Qur'an.

Pada bab 5 juga dibahas mengapa menjadi hafiz Al-Qur'an begitu penting. Penulis mengklasifikasikann ya menjadi 2 bagian: fadhail dunia dan fadhail akhirat. Fadhail dunia antara lain: hifdzul Qur'an merupakan nikmat rabbani, mendatangkan kebaikan, berkah dan rahmat bagi penghafalnya, hafiz Qur'an mendapat penghargaan khusus dari Nabi (tasyrif nabawi), keluarga Allah di muka bumi. Sedangkan fadhail akhirat meliputi: Al-Qur'an menjadi penolong (syafaat) penghafalnya, meninggikan derajat di surga, penghafal Al-Qur'an bersama para malaikat yang mulia dan taat, diberi tajul karamah (mahkota kemuliaan), kedua orangtuanya diberi kemuliaan, dan pahala yang melimpah.


Apa Kuncinya?
Apa kunci sukses keluarga Mutammimul Ula dan Wirianingsih mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an itu? Keseimbangan proses. Walapun mereka berdua sibuk, mereka telah menetapkan pola hubungan keluarga yang saling bertanggungjawab dan konsisten satu sama lain. Selepas Maghrib adalah jadwal mereka berinteraksi dengan Al-Qur'an.

Beberapa hal yang mendukung kesuksesan ini adalah upaya mereka menjaga kondisi ruhiyah dalam keluarga:
1. Tidak ada televisi di dalam rumah
2. Tidak ada gambar syubhat
3. Tidak ada musik-musik laghwi yang menyebabkan lalai kepada Allah dan diganti dengan nasyid
4. Tidak ada perkataan yang fashiyah (kotor)

Hal yang cukup mendasar yang dimiliki keluarga ini sehingga mampu mendidik 10 bersaudara bintang Al-Qur'an adalah visi dan konsep yang jelas, yakni menjadikan putra-putrinya seluruhnya hafal Al-Qur'an. Kedua, pembiasaan dan manajemen waktu. Setelah Shubuh dan setelah Maghrib adalah waktu khusus untuk Al-Qur'an yang tidak boleh dilanggar dalam keluarga ini. Sewaktu masih batita, Wirianingsih konsisten membaca Al-Qur'an di dekat mereka, mengajarkannya, bahkan mendirikan TPQ di rumahnya. Ketiga, mengkomunikasikan tujuan dan memberikan hadiah. Meskipun kebanyakan di waktu kecil mereka merasa terpaksan, namun saat sudah besar mereka memahami menghafal Al-Qur'an sebagai hal yang sangat perlu, penting, bahkan kebutuhan. Komunikasi yang baik sangat mendukung hal ini. Dan saat anak-anak mampu menghafal Al-Qur'an, mereka diberi hadiah.


Diadopsi dari Buku :
haxims.blogspot.com
Judul Buku : 10 Bersaudara Bintang Al-Qur'an
Penulis : Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah
Penerbit : Sygma Publishing, Bandung
Cetakan Ke : 2
Tahun Terbit : Januari 2010
Tebal Buku : xiv + 150 halaman
Baca Selengkapnya : http://haxims.blogspot.com/2010/05/10-bersaudara-penghafal-al-quran-dari.html#ixzz0nlifZUph
Leia Mais

Perang Al-Furqan, Perang Pertama Palestina – Israel

Setelah 14 hari perang Al-Furqan digelar, militer Israel tidak berhasil mewujudkan 5 prioritas yang mereka inginkan; yakni target politik dan target militer. Kecuali hanya membunuh sebanyak mungkin warga sipil dan anak-anak. Roket perlawanan Palestina makin gencar menyerang Israel.

Pasukan Israel menyerang wilayah-wilayah kosong dan sudut kota. Sejak Senin pekan lalu Israel berusaha merangsek masuk Jalur Gaza namun menghadapi perlawanan Palestina yang sangat tangguh. Perang ini telah memberikan pengaruh besar di level politik dan militer. Militer Israel terus menyerang sipil Palestina dan tidak akan bisa keluar dari dilematisnya sekarang kecuali apabila komitmen dengan syarat-syarat gencatan senjata; yakni membuka perlintasan-perlintasan di sekitar Jalur Gaza terutama Rafah.

Perang Al-Furqan (Pembeda) adalah perang pertama Palestina dengan Israel:

- Ini perang antara dua pihak; pihak yang menyerang yakni Israel dan pihak yang membela diri yakni pasukan perlawanan Palestina terutama Hamas. Operasi sebelumnya hanya operasi “Fidaeyah” serangan atau pembelaan lokal, namun tidak berujung kepada perang.

- Pertama kalinya Israel berusaha menyerang wilayah Palestina dan gagal. Semua kejahatan Israel sejak tahun 1948 dan sebelumnya dimana Yahudi menyerang dan menguasai sejumlah wilayah dikosongkan dari warga Palestina dengan membunuh atau dengan mengusirnya. Bahkan hingga pada saat dibentuk pasukan organisir yang bertanggungjawab menjaga wilayah Palestina seperti pasukan Mesir, mereka tidak bertahan baik di tahun 1956 atau 67.

- Dalam perang ini pihak Palestina berpegang teguh kepada Allah, kemudian terhadap kepercayaan diri. Di level militer, kita dicengangkan oleh faksi-faksi perlawanan dalam produksi senjata mereka secara lokal. Jenisnya banyak dan jarak tempuhnya dikembangkan. Hebatnya, itu dikembangan di bawah tanah dan tanpa bantuan ahli dari Jerman atau lainnya. Bahkan tanpa memotong dan memangkas anggaran pendidikan dan kesehatan. Sungguh sebuah kebanggan baik Palestina, Arab dan Muslim.

- Roket-roket perlawanan Palestina sudah menembus wilayah-wilayah Israel yang menciptakan krisis seperti di Asqelan, Asdod, Berseba. Kota-kota ini belum pernah merasakan pahit perang sejak dulu. Tiba-tiba kota-kota ini digempur dengan 700 – 800 roket pertama kali. Aktifitas bisnis dan pendidikan dihentikan segera. Bahkan ini pertama kalinya dalam konflik Arab Israel dimana roket Palestina bisa menembus ke pangkalan udara militer Israel Hatsarem dan Tel Nov, pangkalang militer udara Israel terbesar. Israel tidak pernah bermimpin roket Palestina menembus kota-kota itu.

- Ketegaran rakyat Palestina tidak pernah setegar ini. Ya, manusia pasti menangis karena kehilangan kekasihnya dari keluarga dan anak-anak. Namun itu bukan tangis keluh kesah, penolakan dan penyesalan. Kita tidak pernah dengar seorang warga Palestina mengatakan “kenapa kita tidak memperpanjang gencatan senjata” mereka tidak pernah mengecam dan mencela perlawanan Palestina. Mereka menuduh Hamas bertanggungjawab sama saja menuduh rakyat Palestina.

- Ini pertama kalinya dalam konflik Arab Israel dimana rakyat Palestina tidak peduli dengan keputusan DK PBB. Pertama kali Palestina dan Arab belajar keputusan DK PBB adalah keputuan 242 dan 194 dan lain-lain. Namun kali ini, perlawanan Palestina terutama Hamas menyambut keptuusan ini dengan dingin dan menyatakan bahwa hal itu tidak sesuai dengan cita-cita rakyat Palestina. Sementara Abbas yang habis masa jabatannya sejak 9 Januari 2009 dan antek-anteknya menyambut keputusan itu dengan menyambutnya dengan baik.

- Sikap pemerintah Arab resmi berbeda kali ini. Tidak ada dukungan tidak dana. Yang bisa mereka lakukan hanya ke DK PBB. Keluarnya keputusan DK PBB bukan sebuah capaian. Setelah sepekan ramai di DK PBB, Menlu AS tidak melibatkan Amr Mosa dan Menlu Qatar dalam pertemuan DK PBB.

- Sementara Mesir, kalau tidak diberitahu soal detail peristiwa perang, mereka tidak akan mengumumkan perang dari kantor presiden. Kalau Mesir tidak menutup Rafah maka kita tidak akan percaya bahwa Mesir mengatakan kepada delegasi Eropa bahwa Hamas tidak boleh menang. Mesir menegaskan bahwa hak Israel untuk menyetujui siapa yang masuk ke Jalur Gaza. Artinya menurut Mesir, Israel memiliki hak terhadap orang yang masuk Jalur Gaza. Mesir melarang di saat perang masuknya sipil ke wilayah mereka dan ini bertentangan dengan undang-undang inetrnasional. Anehnya, Menlu Mesir menyatakan akan mematahkan kaki warga Palestina yang masuk melalui perbatasan. Mesir hanya menunggu hancurnya Hamas.


Daftar Pustaka:
Sumber Gambar:
Leia Mais

Keajaiban-Keajaiban Yang Terjadi Saat Perang di Gaza, Palestina

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

haxims.blogspot.com

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

haxims.blogspot.com

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.

haxims.blogspot.com

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.


Pasukan "Berseragam Putih" di Gaza

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.


Suara Tak Bersumber

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.


Saksi Serdadu Israel

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?


Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.


Merpati dan Anjing

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.


Kabut pun Ikut Membantu

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.


Selamat Dengan al-Qur’an

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).


Harum Jasad Para Syuhada

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”


Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)


Terbunuh 1.000, Lahir 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

Baca Selengkapnya : http://haxims.blogspot.com/2010/05/keajaiban-keajaiban-yang-terjadi-saat.html#ixzz0nsV3qxSy
Leia Mais

Situs Milik Kartunis Penghina Nabi di Hack dan Di Serang

UPPSALA - Situs web milik kartunis "penghina nabi Muhammad" Lars Vilks pada hari Rabu di hack seorang peretas, hal ini terjadi hanya sehari setelah kartunis berumur 53 tahun itu diserang saat ia memberi kuliah di Universitas Uppsala. Berita penyerangan ke Vilks cukup membuat heboh Swedia.

Alih-alih mendapatkan akses ke gambar kontroversial yang melecehkan nabi Muhammad sebagai seekor anjing, yang memicu kemarahan di dunia Islam setelah gambar itu dipublikasikan di surat kabar Swedia pada tahun 2007, pengunjung situs Vilks.net akan disambut oleh pesan dari seorang hacker yang menggunakan nick name AlQatari.

Sebuah kata-kata agresif yang ditujukan kepada kartunis itu berisi "jika kartunis ini masih berbicara tentang Nabi Muhammad", maka situs ini akan terus diserang.

"Kami benar-benar tidak akan berhenti meg-hack situs Anda dan saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana saya bisa merusak komputer Anda."

Setelah serangan terhadap situsnya, Lars Vilks hanya mengatakan.

"Saya telah menghubungi webmaster saya, jadi saya berharap ini akan segera diperbaiki. Namun  hal ini lebih baik daripada perkelahian di tempat kuliah akademis," kata Vilks kepada kantor berita TT merujuk pada kejadian sehari sebelumnya saat ia diserang didalam kelas.

Vilks diserang pada hari Selasa saat memberikan ceramah di Uppsala University di Swedia timur. Suasana mulai berubah panas dan menjadi rusuh ketika Vilks memutarkan film porno tentang gay yang menggambarkan Nabi Muhammad.

Seorang pria di barisan depan menyerbu ke podium dan menyerang Vilks, ia menyerudukkan kepala ke dada Vilks. Polisi cepat menengahi dan Vilks dan ia segera meninggalkan tempat kuliah tersebut.

Insiden ini diikuti dengan hiruk-pikuk setelah sebagian dari penonton berdiri, dengan meneriakkan "Allahu Akbar" ('Allah Maha Besar') dan polisi menggunakan semprotan merica untuk menjaga demonstran agar mundur dari podium. Dua petugas polisi menerima luka ringan.

Tiga orang, dua pria dan seorang wanita, ditangkap sebelum dibebaskan beberapa jam kemudian. Seseorang lebih lanjut juga ditahan dan kemudian dibebaskan, menurut penuturan polisi di kota .

Grup Anti vilks di Facebook

Mengikuti kejadian-kejadian terakhir, sebuah grup baru muncul di situs jejaring sosial Facebook berjudul "Mörda horungen Lars (vilks )!!!" atau berarti "Bunuh Bajingan (Lars Vilks)", grup ini telah menarik ratusan pengikut pada hari Rabu.

Pada bulan Maret lalu, seorang wanita asal Amerika yang dikenal sebagai "Jihad Jane" juga dibebankan oleh pemerintah AS dengan persekongkolan untuk membunuh Vilks setelah tujuh temannya ditangkap di Irlandia.

[muslimdaily.net/thelocal]
Leia Mais

Makna Jihad ''Alladzina Jaahaduu Fiinaa''; Dakwah atau Perang?

وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
"Dan orang-orang yang berjihad pada jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (QS. Al Ankabut: 69)
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam untuk Rasulullah, keluarganya, para sahabatnya, dan umatnya yang berpegang dengan sunnah-sunnahnya hingga akhir zaman.
Ibnul Qayim rahimahullah menyebutkan dalam kitabnya Zaadul Ma'ad  begitu juga Ibnul hajar dalam Fathul Baari, macam-macam jihad. Mereka menyebutkan bahwa kata jihad mencakup jihad terhadap nafsu, syetan, orang fasik dan orang kafir.
Pertama, jihad melawan hawa nafsu. Terdiri dari empat tingkatan;
  • Menundukkan hawa nafsu untuk mempelajari petunjuk.
  • Menundukkannya untuk mengamalkan petunjuk setelah mengetahuinya.
  • Menundukkannya untuk mendakwahkan petunjuk. Jika tidak, maka ia termasuk orang yang menyembunyikan apa yang diturunkan Allah.
  • Menundukkannya untuk sabar menghadapi kesulitan dakwah dan menerima hal itu semua karena Allah.
Apabila seseorang mampu melaksanakan empat hal di atas, maka dia termasuk ke dalam golongan Rabbaniyyin. Karena para ulama salaf bahwa orang yang berilmu tidak bisa menjadi figur yang rabbani sampai ia mengerti kebenaran, mengamalkannya, dan mengajarkannya.
Kedua, jihad melawan syetan. Ini terdiri dari dua macam: 1) Menghilangkan syubuhat (keraguan) yang dihembuskan oleh syetan, dengan keyakinan. 2) Menghilangkan syahwat (kesenangan) yang dihembuskan oleh syetan, dengan bekal kesabaran.
Ketiga, jihad melawan orang kafir dan orang munafik. Terdiri dari empat tingkatan: Dengan hati, lisan, harta, dan jiwa.  Dan jihad melawan orang kafir lebih khusus dilakukan dengan tangan (kekuaan fisik). Sedangkan jihad melawan orang munafik lebih khusus dilakukan dengan lisan.
Keempat, jihad melawan pelaku kedzaliman, kemungkaran, dan bid’ah.  Terdiri dari tiga tingkatan: Dengan tangan, jika mampu. Namun bila tidak mampu, maka dengan lisan. Jika tidak mampu dengan lisan, baru  boleh dengan hati.
Jihad Bisa Bermakna Dakwah
Kata jihad yang bermakna dakwah adalah firman Allah Ta'ala:
فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا
"Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur'an dengan jihad yang besar." (QS. Al Furqan: 52)
Dan kata jihad yang mencakup dakwah dan perang adalah firman Allah Ta'ala:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya." (QS. Al Taubah: 73)
Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'ad berkata, "Allah Ta'ala menyuruhnya untuk berjihad sejak beliau diutus. Dan Allah berfirman, "(artinya): Dan andai kata Kami menghendaki, benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur'an dengan jihad yang besar." (QS. Al-Furqan: 51-52)
Surat ini adalah Makkiyah. Di dalamnya terdapat perintah jihad terhadap orang kafir dengan hujjah (argumentasi), keterangan, menyampaikan Al-Qur'an. Begitu juga jihad terhadap kaum munafikin, hanya dengan menyampaikan hujah, kecuali mereka berada di bawah kuasa umat Islam.
Allah Ta'ala berfirman: "(artinya) Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya." (QS. Al Taubah: 73)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mendakwahi orang-orang kafir dan memerangi mereka sebagaimana beliau menyeru kaum mukminin dan menyampaikan peringatan mereka. Semua itu termasuk petunjuk beliau shallallahu 'alaihi wasallam yang wajib diikuti oleh seorang muslim. Terdapat keterangan yang pasti bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menawarkan Islam dan mengajak masuk Islam sebelum memerangi suatu kaum, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Imam al-Haitsami dengan membuat bab dalam kitabnya al-Majma'. Lalu dia mencantumkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas yang berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah memerangi suatu kaum sehingga beliau mendakwahi mereka." Dan beliau berkata dalam takhrijnya, hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Ya'la, al-Thabrani dengan sanad-sanad dan rijal yang salah satunya perawi-perwinya shahih. Dan Syaikh al-Arnauth memastikannya sebagai hadits shahih.
Terdapat keterangan yang jelas juga bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepada pasukanya untuk mendakwahi orang-orang kafir sebelum memerangi mereka.
Imam Muslim meriwayatkan dari Buraidah, berkata: "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila menunjuk seorang panglima perang beliau memberikan wasiat khusus agar bertakwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang bersamanya. Kemudian beliau bersabda, 'Berperanglah di jalan Allah dengan menyebut nama Allah, perangilah orang yang kufur kepada Allah. Berperanglah! dan jangan berbuat ghulul (mengambil rampasan perang sebelum dibagi), jangan melanggar janji, jangan melakukan mutilasi, dan jangan bunuh anak-anak. Jika engkau bertemu musuhmu dari kaum musyrikin, serulah ia kepada tiga hal. Mana yang mereka terima maka terimalah dari mereka dan tahan dirimu. Serulah masuk Islam, jika menerima seruanmu maka terimalah dari mereka dan jangan perangi. . ."
Penafsiran Ulama Terhadap QS. Al-Ankabut: 69
Para ulama telah menjelaskan maksud QS. Al-Ankabut: 69 di atas dengan menerangkan macam-macam jihad. Sebagian mereka memaknakan dengan dakwah dan ibadah, sebagian yang lain dengan ilmu dan amal, ada juga yang memahaminya dengan perang. Pendapat-pendapat tadi tidak saling bertentangan, karena semuanya itu termasuk bagian jihad. Beriktu ini penjelasan para mufassirun berkaitan dengan ayat di atas:
Imam al Qurtubi dalam tafsir ayat ini berkata, "'Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami,' maknanya adalah mereka memerangi orang kafir di jalan kami, maksudnya mencari ridla kami."
Imam al-Sudi dan lainnya berkata, "Sesungguhnya ayat ini turun sebelum diwajibkan perang."
Ibnu 'Athiyah berkata, "Ayat itu sebelum jihad yang sudah dikenal, sungguh dia adalah jihad umum dalam agama Allah dan mencari keridlaan-Nya."
Imam Al-Hasan bin Abil Hasan berkata, "Ayat ini tentang para ahli ibadah." Ibnu 'Abbas dan Ibrahim bin Adham berkata, "Dia itu berkaitan dengan orang-orang yang mengamalkan apa yang mereka ketahui."
Abu Sulaiman al Daarani berkata, "Jihad pada ayat tersebut bukan memerangi orang kafir saja, tetapi maksudnya menolong agama Allah, membantah para pengingkar, melawan orang dzalim, dan yang paling besar adalah menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar. Di antaranya juga menjihadi (menundukkan) jiwa untuk taat kepada Allah."
Sufyan bin Uyainah berkata kepada Ibnul Mubarak, "Apabila engkau melihat manusia pada berselisih, maka ikuti para mujahidin dan ahlu tsughur karena Allah Ta'ala berfirman, "Benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka."
Abdullah bin Abbas berkata, "Dan orang-orang yang berjihad (sungguh-sungguh) dalam ketaatan kepada kami, benar-benar akan Kami tunjuki mereka jalan meraih pahala Kami."
Berdasarkan seluruh pendapat tadi, berarti jihad dalam ayat ini mencakup ketaatan secara umum.
"Jihad pada ayat tersebut bukan memerangi orang kafir saja, tetapi maksudnya menolong agama Allah, membantah para pengingkar, melawan orang dzalim, dan yang paling besar adalah menegakkan amar ma'ruf dan nahi munkar. Di antaranya juga menjihadi (menundukkan) jiwa untuk taat kepada Allah."
Abu Sulaiman al Daarani
- - - -

Imam al Baghawi dalam tafsirnya berkata, "'Dan orang-orang yang berjihad (sungguh-sungguh) pada jalan kami', maknanya adalah memerangi kaum musyrikin untuk menolong agama Kami."
Sufyan bin 'Uyainah berkata, "Apabila manusia berselisih pendapat maka lihatlah pendapat ahlu tsughur (berada di medan jihad), karena Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami"." Ada pendapat lain, "Al-Mujahadah adalah sabar di atas ketaatan."
Al-Hasan berkata, "Jihad paling utama adalah menyelisihi hawa nafsu." Fudhail bin 'Iyadh berkata, "Dan orang-orang yang berjihad (sungguh-sungguh) untuk menuntut ilmu, pasti kami akan menunjuki mereka kepada jalan-jalan mengamalkannya."
Sahal bin Abdillah berkata, "Dan orang-orang yang berjihad (sungguh-sungguh) untuk menegakkan sunnah, pasti kami akan menunjuki mereka kepada jalan surga." Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas: "Dan orang-orang yang berjihad (sungguh-sungguh) dalam ketaatan kepada kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan meraih pahala kami."
Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya berkata, "Ayahku telah menyampaikan kepadaku, Ahmad bin Abu al-Hawari menyampaikan pada kami, Abbas al-Hamdani Abu Ahmad dari penduduk Uka mengabarkan kepada kami tentang firman Allah Ta'ala: "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." berkata, "Orang-orang yang mengamalkan apa yang mereka ketahui, pasti Allah menunjuki mereka kepada apa yang tidak mereka ketahui." Ahmad bin Abu al-Hawari berkata, "Aku menyampaikannya kepada Abu Sulaiman al-Daarani, dan beliau takjub dengannya."
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan lagi dengan sanad dari Ashbagh, berkata: "Aku mendengar Abdul Rahman bin Zaid bin Aslam tentang firman Allah, "Dan orang-orang yang berjihad pada jalan Kami," disampaikan kepada beliau, "Mereka berperang pada jalan kami." Beliau menjawab, "Ya, benar."
Beliau meiwayatkan dengan sanad dari al-Rabi' tentang firman Allah, "Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami" berkata, "Tidaklah ada di atas bumi seorang hamba yang taat kepada Rabb-Nya, berdakwah (menyeru) kepada-Nya dan melarang dari (bermaksiat) kepada-Nya kecuali dia benar-benar telah berjihad di jalan Allah."
Dari sini diketahui, tidak masalah untuk membawa makna dalil tentang jihad pada ayat di atas untuk menganjurkan dakwah, karena dakwah bagian dari jihad. Imam Nawawi dalam Syarah hadits Muslim:
لَا يُكْلَمُ أَحَدٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِهِ إِلَّا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَجُرْحُهُ يَثْعَبُ اللَّوْنُ لَوْنُ دَمٍ وَالرِّيحُ رِيحُ مِسْكٍ
"Tidak ada seorangpun yang terluka di jalan Allah -dan Allah lebih tahu siapa yang benar-benar terluka di jalan-Nya (yakni yang jujur dan ikhlas di dalamnya)-, kecuali dia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan lukanya mengalirkan darah; warnanya warna darah sedangkan aromanya aroma misik.
Imam Nawawi menukil perkataan ulama tentang penjelasan hadits di atas. Beliau berkata, Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, (Dan Allah lebih tahu siapa yang terluka di jalan-Nya) ini adalah peringatan untuk ikhlas dalam perang. Dan sesungguhnya pahala yang disebutkan di dalamnya hanya bagi orang yang ikhlas dan berperang supaya kalimat Allah yang paling tinggi. Mereka berkata, "Dan keutamaan ini, walau dzahirnya dalam hal memerangi orang kafir, masuk di dalamnya orang yang keluar fi sabilillah dalam memerangi para pemberontak, penyamun (perampok), dalam melaksanakan aktifitas amar ma'ruf dan nahi munkar, dan semisalnya." Walahu a'lam.
Dari sini diketahui, tidak masalah untuk membawa makna dalil tentang jihad pada ayat di atas untuk menganjurkan dakwah, karena dakwah bagian dari jihad.
Imam al Bukhari menyebutkan dalam "Bab berjalan ke shalat Jum'at" sebuah hadits, "Siapa yang kedua kakinya terkena debu fi sabilillah, Allah akan mengharamkannya tersentuh api neraka." Beliau juga menyebutkan bahwa para sahabat berdalil dengannya untuk hal itu. Beliau meriwayatkan hadits dari Abu Abbas, "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ
"Barangsiapa berdebu kedua kakinya di jalan Allah, maka Allah mengharamkannya masuk neraka." (HR. Al Bukhari)
Ibnul Hajar dalam Fathul Baari berkata, "Beliau menyebutkannya di sini karena umumnya sabda Nabi "fi sabilillah", dan ibadah Jum'at masuk di dalamnya dan karena perawi hadits bersandar dengannya untuk masalah itu." Beliau juga menyebutkannya dalam bab Jihad dan merujuk perkataan Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad tentang macam-macam jihad." Wallahu a'lam…
Oleh: Badrul Tamam
Leia Mais

Minggu, 09 Mei 2010

Ukhti…q sangat mencintaimu krn dirimu adlh saudari q…q ingin bersama2 dgn mu di JANNAH-NYA,maka dari itu tlg renungkanlah

Wahai Ukhti….., renungkanlah hal ini…..
Kebahagiaan tetaplah rahasia Ilahi, meskipun ‘sejuta manusia’ menggapai langit dan menggali bumi, demi kebahagiaan sejati.
Keyakinan terhadap takdir, menjunjung manusia ke arah ketabahan, kepasrahan dan keteduhan hati.
Keihlasan, bak mutiara terpendam, menyorotkan cahaya pasrah, menyambut keridhoan ilahi.
Peneladanan terhadapmu, wahai Nabiku, seringkali menggeser segala kesukaan kami terhadap segenap penghuni bumi. Itulah sebabnya, kehambaan kami bertahan hingga kini.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan takdirmu, niscaya keabadian menghampirimu dengan segala keindahannya.
Saudari muslimah, berbahagialah dengan keislamanmu, niscaya surga dunia, juga surga akhirat, berkenan menyambutmu…
Wahai Ukhti….., pikirkanlah hal ini…..
Ukhti…
Besarnya kerudungmu tidak menjamin sama dengan besarnya semangat jihadmu menuju ridho tuhanmu, bahkan bisa jadi kerudung besarmu hanya akan di jadikan sebagai identitasmu saja, supaya bisa mendapat gelar akhwat dan di kagumi oleh banyak ikhwan, jangan sampai ya ukhti……….
Ukhti…tertutupnya tubuhmu Tidak menjamin bisa menutupi aib saudaramu, keluargamu bahkan diri anti sendiri, coba perhatikan sekejap saja, apakah aib saudaramu, teman dekatmu bahkan keluargamu sendiri sudah tertutupi, bukankah kebiasaan buruk seorang perempuan selalu terulang dengan tanpa di sadari melalui ocehan-ocehan kecil sudah membekas semua aib keluargamu, aib sudaramu, bahkan aib teman dekatmu melalui lisan manis mu. jangan sampai ya ukhti……….
Ukhti…lembutnya suaramu mungkin selembut sutra bahkan lebih dari pada itu, tapi akankah kelembutan suara anti sama dengan lembutnya kasihmu pada sauadaramu, pada anak-anak jalanan, pada fakir miskin dan pada semua orang yang menginginkan kelembutan dan kasih sayangmu
Ukhti…lembutnya Parasmu tak menjamin selembut hatimu, akankah hatimu selembut salju yang mudah meleleh dan mudah terketuk ketika melihat penderitaan orang lain, akankah selembut itu hatimu ataukah sebaliknya hatimu sekeras batu yang ogah dan cuek melihat ketertindasan orang lain.
Ukhti…Rajinnya tilawahmu tak menjamin serajin dengan shalat malammu, mungkinkah malam-malammu di lewati dengan rasa rindu menuju tuhanmu dengan bangun di tengah malam dan di temani dengan butiran-butiran air mata yang jatuh ke tempat sujud mu serta lantunan tilawah yang tak henti-hentinya berucap membuat setan terbirit-birit lari ketakutan, atau sebaliknya, malammu selalu di selimuti dengan tebalnya selimut setan dan di nina bobokan dengan mimpi-mimpi dunia bahkan lupa kapan bangun shalat subuh.
Ukhti…Cerdasnya dirimu tak menjamin bisa, mencerdaskan sesama saudaramu dan keluargamu, mungkinkah temanmu bisa ikut bergembira menikmati ilmu-ilmunya seperti yang anti dapatkan, ataukah anti tidak peduli sama sekali akan kecerdasan temanmu, saudaramu bahkan keluargamu, sehingga membiarkannya begitu saja sampai mereka jatuh ke dalam lubang yang sangat mengerikan yaitu maksiat.
Ukhti…cantiknya wajahmu tidak menjamin kecantikan hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan diri anti sendiri, pernahkah anti menyadari bahwa kecantikan yang anti punya hanya tiitpan ketika muda, apakah sudah tujuh puluh tahun kedepan anti masih terlihat cantik.
Ukhti…tundukan pandanganmu yang jatuh ke bumi tidak menjamin sama dengan tundukan semangatmu untuk berani menundukan musuh-musuhmu, terlalu banyak musuh yang akan anti hadapi mulai dari musuh-musuh islam sampai musuh hawa nafsu pribadimu yang selalu haus dan lapar terhadap perbuatan jahatmu,
Ukhti…lirikan matamu yang menggetarkan jiwa tidak menjamin dapat menggetarkan hati saudaramu yang senang bermaksiat, coba anti perhatikan dunia sekelilingmu masih banyak teman, saudara bahkan keluarga anti sendiri belum merasakan manisnya islam dan iman mereka belum merasakan apa yang anti rasakan, bisa jadi salah satu dari kleuargamu masih gemar bermaksiat, sanggupkah anti menggetarkan hati-hati mereka supaya mereka bisa merasakan sama apa yang kamu rasakan yaitu betapa lezatnya hidup dalam kemulyaan islam
Ukhti…tebalnya kerudungmu tidak menjamin setebal imanmu pada sang kholikmu, anti adalah salah satu sasaran setan durjana yang selalu mengintai dari semua penjuru mulai dari depan belakang atas bawah semua setan mengintaimu, imanmu dalam bahaya, hatimu dalam ancaman, tidak akan lama lagi imanmu akan terobrak abrik oleh tipuan setan jika imanmu tidak betul-betul di jaga olehmu, banyak cara yang harus anti lakukan mulai dari diri sendiri, dari yang paling kecil dan seharusnya di lakukan sejak dari sekarang, kapan lagi coba….
Ukhti…Putihnya kulitmu tidak menjamin seputih hatimu terhadap saudaramu, temanmu bahkan keluargamu sendiri, masih kah hatimu terpelihara dari berbagai penyakit yang merugikan seperti riya dan ujub, pernahkah anti membanggakan diri ketika kesuksesan dakwah telah di raih dan merasa diri paling wah, merasa diri paling aktif, bahkan merasa diri paling cerdas di tas rata-rasat akhwat yang lain, sekeras itukah haitmu, lalu di manakah beningnya hatimu, dan putihnya cintamu
Ukhti…rajinnya ngajimu tidak menjamin serajin infakmu ke mesjid atau mushola, sadarkah anti kalo kotak-kotak nongkrong di masjid masih terliat kosong dan menghawatirkan, tidakkah anti memikirkan infaq sedikit saja, bahkan kalaupun infaq, kenapa uang yang paling kecil dan paling lusuh yang anti masukan, maukah anti di beri rizki sepelit itu.
Ukhti…rutinnya ta’limmu tidak menjamin serutin puasa sunah senin kamis yang anti laksanakan , kejujuran hati tidak bisa di bohongi, kadang semangat fisik begitu bergelora untuk di laksankan tapi, semangat ruhani tanpa di sadari turun drastis, puasa yaumul bith pun terlupakan apalagi puasa senin kamis yang di rasakan terlalu sering dalam seminggu, separah itukah hati anti, makanan fisik yang anti pikirkan dan ternyata ruhiyah pun butuh stok makanan, kita tidak pernah memikirkan bagaimana akibatnya kalau ruhiyah kurang gizi
Ukhti…manisnya senyummu tak menjamin semanis rasa kasihmu terhadap sesamamu, kadang sikap ketusmu terlalu banyak mengecewakan orang sepanjang jalan yang anti lewati, sikap ramahmu pada orang anti temui sangat jarang terlihat, bahkan selalu dan selalu terlihat cuex dan menyebalkan, kalau itu kenyataanya bagaiamana orang lain akan simpati terhadap dakwah kita., ingat!!! Dakwah tidak memerlukan anti tapi… antilah yang memerlukan dakwah, kita semua memerlukan dakwah
Ukhti…rajinnya shalat malammu tidak menjamin keistiqomahan seperti rosulullah sebagai panutanmu,
Ukhti…ramahnya sikapmu tidak menjamin seramah sikapmu terhadap sang kholikmu, masihkah anti senang bermanjaan dengan tuhanmu dengan shalat duhamu, shalat malammu?
Ukhti…dirimu bagaikan kuntum bunga yang mulai merekah dan mewangi, akankah nama harummu di sia-siakan begitu saja dan atau sanggupkah anti ketika sang ikhwan akan segara menghampirimu
Ukhti…masih ingatkah anti terhadap pepatah yang masih teringiang sampai saat ini bahwa akhwat yang baik hanya untuk ikhwan yang baik, jadi siap-siaplah sang ikhwan akan menjemputmu di pelaminan hijaumu
Ukhti…Baik buruk parasmu bukanlah satu-satunya jaminan akan sukses masuk dalam surga rabbmu. maka, tidak usah berbangga diri dengan parasmu yang molek, tapi berbanggalah ketika iman dan taqwamu sudah betul-betul terasa dan terbukti dalam hidup sehari-harimu
Ukhti…muhasabah yang anti lakukan masihkah terlihat rutin dengan menghitung-hitung kejelekan sikap anti yang di lakukan siang hari, atau bahkan kata muhasabah itu sudah tidak terlintas lagi dalam hatimu, sungguh lupa dan sirna tidak ingat sedikitpun apa yang harus di lakukan sebelum tidur, anti tidur mendengkur begitu saja dan tidak pernah kenal apa itu muhasabah, kenapa muhasabah tidak di jadikan sebagai moment untuk perbaikan diri bukankah akhwat yang baik hanya akan mendapatkan ikhwah yang baik
Ukhti…pernahkah anti bercita-cita ingin mendapatkan suami ikhwan yang ideal, wajah yang manis, badan yang kekar, dengan langkah tegap dan pasti, bukankah apa yang anti pikirkan sama dengan yang ikhwan pikirkan yaitu ingin mencari istri yang solehah, kenapa tidak dari sekarang anti mempersiapkan diri menjadi seorang yang solehah
Ukhti…apakah kebiasaan buruk wanita lain masih ada dan hinggap dalam diri anti, seperti bersikap pemalas dan tak punya tujuan atau lama-lama nonton tv yang tidak karuan dan hanya akan mengeraskan hati sampai lupa waktu, lupa Bantu 0rang tua, kapan akan menjadi anak yang biruwalidain, kalau memang itu terjadi jadi sampai kapan, mulai kapan anti akan mendapat gelar akhwat solehah,
Ukhti… hatimu di jendela dunia, dirimu menjadi pusat perhatian semua orang, sanggupkah anti menjaga izzah yang anti punya, atau sebaliknya anti bersikap acuh tak acuh terhadap penilaian orang lain dan hal itu akan merusak citra akhwat yang lain, kadang orang lain akan mempunyai persepsi di sama ratakan antara akhwat yang satu dengan akhwat yang lain, jadi kalo anti sendiri membuat kekeliruan dalam akhlak maka akan merusak citra akhwat yang lain
Ukhti…dirimu menjadi dambaan semua orang, karena yakinlah preman sekalipun, bahkan brandal sekalipun tidak menginginkan istri yang akhlaknya bobrok tapi semua orang menginginkan istri yang solehah, siapkah anti sekarang menjadi istri solehah yang selalu di damba-dambakan oleh semua orang
Leia Mais

Rabu, 05 Mei 2010

Semangat Kawan, Allah Bersama Kita


Dunia pergerakan memang sedang mempersiapkan kader-kader terbaik yang akan menjunjung tinggi kalimat Allah di muka bumi ini. Ikatan mereka hanyalah ikatan yang satu yaitu akidah yang sama, kalimat tauhid yang sama, yang akan membuat mereka lebih powerfull dari sebelumnya. Kader-kader inilah nantinya yang akan mengembanglan semangat dakwah dan jihad di dunia ini. Bukan hanya Indonesia, karena cita-cita ini sangatlah kecil bila hanya diukur dengan sebuah Indonesia. Islam harus jaya di seluruh dunia, dan menyejahterakan penghuninya dengan syariah yang nyata.
Kader-kader ini tumbuh terus menerus. Semakin lama semakin berkembang, merambah ke seantero negeri dengan semangat yang sama, semangat perubahan ke arah yang lebih baik. Akhlak mereka baik, tutur kata mereka juga baik. Inilah modal yang akan membuat mereka bisa menjadi agen pengubah ke depan.
Mereka terdiri dari berbagi harakah yang ada di Indonesia. Saling menguatkan dan memberi dukungan satu sama lain. Mereka tidak perlu saling serang, saling sikut, saling jegal hanya untuk berebut massa. Toh nanti larinya juga sama, menuju satu tujuan yang sama, lalu kenapa harus saling rebut. Mereka harus mampu menjaga kemurnian perjuangan, bahwa berjuang bukan untuk massa yang besar. Tetapi untuk mencari ridha Allah ta’ala dan menjayakan agamaNya di muka bumi ini.
Seharusnya mereka saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Saling memotivasi dan melengkapi, bukan malah saling menggembosi. Bergandeng tangan menjalankan program bersama yang efeknya bisa sangat massive. Bermusyawarah dengan semangat mencari solusi, bukan semangat untuk saling menghabisi opini.
Inilah kerinduan yang sudah lama dinantikan. Melihat satu kesatuan barisan kader-kader pilihan, menggenggam, ‘bara’ menjadi generasi ghuraba yang rela berkorban untuk Allah Sang Rahman. Semoga Allah memilih kita menjadi kader-kader pilihan itu. Menginfakkan harta dan mewakafkan jiwa untuk berjuang demi Islam yang tercinta. Semangatlah kawan, innallah ma’ana…
Bersiaplah Untuk Dipilih
Kini saatnya menyiapkan hati untuk mau mengerti, bahwa perjuangan akan selalu membutuhkan keseriusan. Serius mencari ilmu dan serius mengamalkannya. Kini pula saatnya bagi jiwa untuk mau berbuat untuk sesama. Berkorban untuk saudaranya dengan hati yang tulus tanpa merasa rugi dan nestapa.

Kini saatnya merelakan setiap apa yang kita punya. Menyisihkan untuk kebaikan amal yang sedang kita rintis bersama. Menganyunkan langkah, menguatkan genggaman tangan maju ke medan laga. Pertempuran yang belum selesai dan perjuangan yang masih sangat lama jalannya.

Hari-hari kita adalah hari hari yang harus kita maknai dengan kebaikan dan kesungguhan. Detik demi detik harus kita bayar dengan amal shalih yang tanpa pupus. Torehkan amal terbaik dan bekerjasamalah. Hilangkan rasa egoisme, fanatisme kelompok, ashobiyah, kesukuan, atau bentuk-bentuk pengkerdilan ukhuwah lainnya. Peganglah tali Allah sekuat tenaga dengan gigi geraham kita. Niscaya Allah akan membalas amal kita dengan pahala yang besar dan memuaskan. Sekali lagi kawan, Allah bersama kita!
Oleh: Burhan Sodiq
Leia Mais
 
Template designed using AgungKarebaTemplate Cinemateca, Criado Por: AgungKareba.