Bangunan – Bangunan Hasil kejeniusan Manusia
2. International Space Station (ISS)

the international space station adalah fasilitas pengembangan yang merupakan proyek gabungan amerika(NASA),rusia (RKA),jepang(JAXA),canada(CSA) dan sebelas negara eropa lainnya.ketika selesai pada 2010,bangunan ini merupakan stasiun terbesar umat manusia yang berada di luar bumi.
3. Three Gorges Dam

merupakan bangunan pembangkit listrik tenaga air terbesar di dunia yang dibuat oleh china.tidak hanya bangunan nya,tapi tenaga yang dihasilkan juga besar, 22,5 GW dan itu cukup untuk menangani 4% kebutuhan listrik china.
4. Space Telescope Chandra

disebut juga Advanced X-ray Astrophysics Facility.chandra merupakan telescope x-ray yang mengorbit di luar angkasa dan bertugas mengirimkan foto-foto spectacular dari cosmos.telescope ini mengorbit di bumi dan merupakan benda dengan orbit terjauh .
5. Palm Deira of Dubai

palm deira di dubai merupakan pulau buatan manusia terbesar di dunia,dan bentuknya menyerupai pohon palm.pulau ini mempunyai area sebesar 46,35 juta meter dan akan selesai pada tahun 2013.
6. Viaduc de Millau Bridge
jembatan ini lebih tinggi daripada menara eiffel,dan merupakan bukti kejeniusan arsitektur manusia.jembatan ini disebut juga “jembatan yg menembus awan” dan memotong sungai tarn river george,yang berada di selatan perancis.panjang bangunan ini 1,6 mil( 2,6 km) dan mempunyai tinggi 1132 feet(342 meter) pada puncak tertingginya.
7. Bird’s Nest

bird nest ato “stadion sarang burung” merupakan stadion yang dibangun khusus untuk perhelatan olimpiade di china.disamping besarnya,bangunan ini memiliki desain yang unik seperti sangkar burung,dan merupakan bangunan dengan strukstur besi terbesar di dunia.
8. Burj-Al-Arab Hotel

siapa sih yang ngga tau burj dubai? klo ada yang belum tau,maka selamat datang kembali di bumi.hotel ini memiliki tinggi 321 meter dan merupakan hotel tertinggi di dunia setelah rose tower,dan memiliki desain yang unik yang dibangun diatas laut.
9. Akashi Kaikyo Suspension Bridge

the Akashi Kaikyo Suspension Bridge merupakan jembatan suspensi terpanjang di dunia.jembatan ini dibangun selama 10 tahun yang mengerahkan 10 juta pekerja,181.000 ton besi,dan 1,4 juta kubik concrete.jembatan ini menghubungkan pulau awaji dan pulau utama kobe sepanjang 4 mil.
10. Lake Mead

Lake Mead adalah waduk terbesar di Amerika Serikat. Terletak di Sungai Colorado sekitar 30 mil (48 km) di tenggara Las Vegas, Nevada, di negara bagian Nevada dan Arizona. Dibentuk oleh air yang ditampung oleh Bendungan Hoover, danau ini memanjang 112 mil (180 km) di belakang bendungan, menampung sekitar 28.5 juta kaki ekar (35 km³) air
11. Hangzhou Bay Bridge

inilah hasil dari kejeniusan dan skill manusia yang terus berkembang,hangzhou bay bridge merupakan jembatan terpanjang di dunia saat ini.memakan biaya $840 juta,jembatan sepanjang 34 km ini merupakan salah satu bukti kemajuan negara china.
12. Channel Tunnel

the channel tunnel,ato lebih populer disebut “euro tunnel” merupakan terowongan kereta api bawah laut terpanjang di dunia.terowongan yang menghubungkan inggris(kent) dan perancis (Coquelles).membuat jembatan diatas air saja susah apalagi membuat terowongan dalam air.jika kamu berada di eropa,jgn lupa untuk mencobanya karena kamu tidak akan pernah dapat melupakannya.
13. Pan STARRS-1

dibangun di manoa institute of astronomy di honolulu universitas hawai,merupakan kamera digital terbesar di dunia.
14.MareNostrum
MareNostrum adalah superkomputer yang terbesar di eropa,dan merupakan superkomputer yang terletak di dalam gereja.superkomputer ini mempunyai 2560 JS21 blade computing nodes,dimana masing2 memiliki 2 dual-core IBM 64-bit PowerPC 970MP processors running at 2.3 GHz for 10240 CPU.ironisnya selain terletak di gereja,superkomputer ini juga digunakan untuk penelitian genom manusia.
]15. San Alfonso Del Mar

setelah berkeliling meliha hal2 yang menakjubkan di dunia,sekarang saatnya kita tuk bersantai di San Alfonso Del Mar di chile.selain tempatnya yang eksotis,juga mempunya kolam renang terbesar di dunia.panjang kolam renangnya 1 km dan mempunyai 250.000 meter kubik air.
Dari indonesia
jembatan suramadu:
[
monas:
Abdullah Sonata Serukan Alumni Mujahid Bersatu Lawan Densus 88
''Ana (aku) bukanlah orang yang alim dan terbaik dari antum (kalian) semua. Tetapi, risalah ini ana buat dalam pelarian DPO sebagai bentuk tanashuh (nasihat) dan tadzkirah (pengingat) bagi kita semua,'' ujar Sonata melalui naskah yang di-posting di beberapa blog ''projihad''. Blog-blog itu, antara lain, beralamat di http://azzamalqitall.wordpress.com dan situs 7ihadmedia.wordpress.com.
Posting itu tertanggal 3 Mei 2010. namun, di akhir suratnya, Sonata yang menggunakan nama alias Abu Ikrimah Al Bassam Al Mathlubi itu mencantumkan tanggal 29 April 2010. Hingga tadi malam pukul 20.00, situs itu masih bisa diakses.
Nama Abdullah Sonata disebut langsung oleh Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers Jumat lalu (14/5). Menurut Kapolri, Sonata adalah figur yang berbahaya karena militan dan pintar merekrut anggota baru. Polisi juga menduga, setelah Dulmatin tewas, Sonata menggantikan dia sebagai amir, pemimpin.
Sonata adalah teroris residivis. Dia lahir di Bambu Apus, Jakarta Timur, 4 Oktober 1978. Dia disegani setelah menjadi komandan Laskar Mujahidin Kompak (Komite Penanggulangan Krisis) di Ambon pada konflik bernuansa SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) pada 1999. Saat itu laskarnya beranggota sekitar 500 orang.
Polisi juga menuduh dia menyabot gudang senjata Brimob Polri di Tantui, Ambon, pada 2000. Di Poso, Sulawesi Tengah, dia memimpin kelompok Kompak Kayamanya.
Pada 2002, setelah bom Bali I, Sonata bertemu dengan Dulmatin dan Umar Patek di Jakarta. Sonata dan Maulana (tewas di Cawang, Red) membantu membuka kamp pelatihan di Mindanao, Filipina,sekaligus memasok dana dari Timur Tengah.
Pada April 2004, Sonata membangun kamp pelatihan Olas, Seram Barat, untuk konflik di Ambon. Dia tertangkap 6 Juli 2005 dan disidang Mei 2006.
Dalam naskahnya yang dipenuhi ilustrasi ayat Alquran, Sonata meminta para alumni daerah konflik bersatu dan bergabung bersamanya melawan Densus 88. ''Ya akhi (Hai saudaraku), jangan antum merasa cukup karena pernah berjihad di Afghanistan, Moro, Ambon, Poso, dan tempat lainnya. Jangan antum merasa cukup karena sudah bergelar alumni, kemudian sekarang antum diam dan mundur ke belakang,'' tulisnya.
Sonata juga mengatakan, selama dipenjara dirinya tetap berkoordinasi dengan rekan-rekannya sesama napi teroris. ''Di Cipinang dulu, dalam kajian via HP, Ust Mukhlash (terpidana mati bom Bali, sudah dieksekusi, Red) pernah menasihati kita agar istiqamah,'' kata Sonata.
Dia mengkritik para mantan narapidana terorisme yang setelah keluar dari penjara justru membantu polisi. ''Mereka telah menjadi ansharu thaghut (penolong setan). Bahkan, ada di antaranya yang sadar atau tidak sadar telah menjadi Bani Abas, anak buah Nasir Abas,'' tulis Sonata.
Nasir Abas adalah mantan ketua mantiqi JI (Jamaah Islamiyah) yang sekarang bersama Densus 88 aktif memerangi terorisme. Sonata berusaha membangkitkan masa lalu mereka. ''Masih ingatkah antum ketika kita amaliyah bersama di front jihad Ambon, di Poso, dan tempat lainnya? Masih ingatkah antum ketika kita terombang-ambing di lautan dan kelelahan melintasi pegunungan dalam rangka menyongsong kematian?'' tulis Sonata.
Tampaknya, teroris berusia 32 tahun itu juga tak ingin tertangkap hidup-hidup. ''Tidak mungkin kita bisa meraih keutamaan ini tanpa amal jihad fii sabiilillah, tidak mungkin kita meraih kemenangan tanpa terbunuh di jalan Allah, tidak mungkin Allah memberikan rezeki sebagai syahid kalau kita cuma duduk-duduk saja,'' tulisnya.
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Edward Aritonang menegaskan, perburuan terhadap Sonata masih berlanjut. ''Semua nama DPO, termasuk Sonata, kita harap bisa segera tertangkap oleh tim yang tak kenal lelah di lapangan,'' katanya sebagaimana dikutip dari Jawapos.
Mantan juru bicara kasus bom Bali I itu meminta bantuan masyarakat jika memperoleh informasi tentang para buron polisi, termasuk Abdullah Sonata, untuk menginformasikan kepada aparat. ''Kerja memberantas terorisme tak bisa ditanggung sendiri oleh polisi, harus ada bantuan dari warga,'' katanya.
Edward meminta ketua RT dan RW meningkatkan kewaspadaan jika ada laporan dari warga tentang aktivitas yang mencurigakan. ''Bisa melalui polisi sektor atau aparat setempat di sekitar tempat tinggal,'' ujarnya.
Secara terpisah, pengamat terorisme Rakyan Adibrata SH menilai, surat Sonata di website sengaja dibiarkan oleh Densus 88 Mabes Polri. ''Tujuannya agar bisa dilacak siapa saja simpatisan mereka, misalnya yang posting atau yang mengakses,'' kata dia.
Peneliti dari Research Center for Terrorism and Security itu menjelaskan, internet protocol (IP) address bisa digunakan sebagai dasar Unit Cybercrime Densus 88 untuk melacak jejak Sonata. ''Tapi, jangan disamaratakan seolah-olah semua yang mengakses website itu teroris,'' tuturnya.
Alumnus Fakultas Hukum UII itu yakin, kemampuan Korps Burung Hantu (Densus 88) sangat memadai dalam melacak situs di dunia maya. ''Mereka dilatih langsung oleh agen NSA (National Security Agency, Red) dalam kursus-kursus yang rutin dilakukan,'' kata Rakyan.
Sebenarnya di mana posisi Sonata sekarang? Sumber Jawa Pos di lingkungan antiteror menyebutkan, posisi Sonata sudah terdeteksi. ''Dia susah lari jauh karena semua simpatisannya sekarang tiarap,'' kata dia.
Peran Sonata dalam jaringan teror baru yang menggelar tadrib asykari (latihan militer) di Aceh sangat signifikan. ''Dia menggantikan peran Dulmatin yang tertembak di Pamulang,'' ucapnya.
Sebuah regu khusus Densus 88 Mabes Polri sekarang membawa dua tersangka yang ditangkap sebelumnya untuk mengendus lokasi persembunyian Abdullah Sonata.
Edward meminta ketua RT dan RW meningkatkan kewaspadaan jika ada laporan dari warga tentang aktivitas yang mencurigakan. ''Bisa melalui polisi sektor atau aparat setempat di sekitar tempat tinggal,'' ujarnya.
Secara terpisah, pengamat terorisme Rakyan Adibrata SH menilai, surat Sonata di website sengaja dibiarkan oleh Densus 88 Mabes Polri. ''Tujuannya agar bisa dilacak siapa saja simpatisan mereka, misalnya yang posting atau yang mengakses,'' kata dia.
Peneliti dari Research Center for Terrorism and Security itu menjelaskan, internet protocol (IP) address bisa digunakan sebagai dasar Unit Cybercrime Densus 88 untuk melacak jejak Sonata. ''Tapi, jangan disamaratakan seolah-olah semua yang mengakses website itu teroris,'' tuturnya.
Alumnus Fakultas Hukum UII itu yakin, kemampuan Korps Burung Hantu (Densus 88) sangat memadai dalam melacak situs di dunia maya. ''Mereka dilatih langsung oleh agen NSA (National Security Agency, Red) dalam kursus-kursus yang rutin dilakukan,'' kata Rakyan.
Sebenarnya di mana posisi Sonata sekarang? Sumber Jawa Pos di lingkungan antiteror menyebutkan, posisi Sonata sudah terdeteksi. ''Dia susah lari jauh karena semua simpatisannya sekarang tiarap,'' kata dia.
Peran Sonata dalam jaringan teror baru yang menggelar tadrib asykari (latihan militer) di Aceh sangat signifikan. ''Dia menggantikan peran Dulmatin yang tertembak di Pamulang,'' ucapnya.
Sebuah regu khusus Densus 88 Mabes Polri sekarang membawa dua tersangka yang ditangkap sebelumnya untuk mengendus lokasi persembunyian Abdullah Sonata.
[dikutip dari Jawa Pos]
Tobat Bersayap Agen Intel

Testimoni pria yang mengaku intel Amerika bikin resah. Membongkar peran CIA dan melegitimasi rencana pembunuhan presiden. Begitu tersudut, pengakuan dicabut.
Sinyalemen rencana jaringan teroris membunuh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dilansir akhir Desember 2005. Adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Syamsir Siregar, yang mengklaim telah mengendus hasil rapat mereka. Sebulan sebelumnya, akhir November, juru bicara Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Fauzan Al-Anshari, kedatangan pria yang mengaku agen Central Intelligence Agency (CIA), telik sandi Amerika.
Agen lokal yang menyebut diri Asep Rahmatan Kusuma, 32 tahun, itu juga mengabarkan rencana pembunuhan presiden. Pelakunya jaringan Daud alias Umar Patek, buronan bom Bali. Informasi Rahmatan dan Syamsir saling menopang. Apakah agen CIA ini sengaja memberi “pengantar” laporan BIN? Tak jelas. Rahmatan hanya bilang ingin tobat, keluar dari CIA. Maka, ia bongkar petualangannya, cara kerjanya, termasuk hasil endusannya tentang agenda Umar Patek.
Rahmatan, dalam pengakuannya, menyusup ke jaringan MMI dan Jamaah Islamiyah (JI). Maka, MMI-lah yang pertama ia kontak saat hendak tobat. “OrganisasiAnda (MMI –Red.) ditarget,” Fauzan mengutip Rahmatan, saat pertama menelepon, Juli 2005. Memang, sejak Juli silam, Rahmatan mengutarakan niat tobatnya. Tapi baru empat bulan kemudian, November, ia bisa menemui Fauzan di rumahnya di bilangan Jatinegara, Jakarta Timur.
Kepada Fauzan, Rahmatan menjelaskan kronologi keterlibatannya dalam operasi intelijen CIA. Semuanya direkam dan di-transkrip. Ayah satu anak ini juga menulis pernyataan bermeterai, dilengkapi sumpah “Demi Allah” bahwa pernyataannya benar.
Selain paparan lisan pada Fauzan, Rahmatan juga menuliskan petualangannya pada Munarman, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI). Itu karena Rahmatan minta perlindungan hukum, dan Fauzan menghubungkannya pada YLBHI. Testimoni berikutnya disampaikan pada tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pimpinan dr. Jose Rizal. Kali ini direkam dengan kamera video.
Siapa Rahmatan? Dalam tiga pengakuannya itu, ia menyatakan sebagai aktivis Jamaah Tarbiyah, komunitas cikal bakal PKS dan sering berdemo di Kedutaan Besar Amerika. Pernah tergabung dalam Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan (Fakta) pimpinan Abu Deedat Syihab. Ayahnya asli Kwitang, Jakarta, dan ibunya asal Banjar, Ciamis, Jawa Barat. Keduanya sudah meninggal. Pria kelahiran Jakarta ini menyelesaikan SMA di Jakarta Timur, lalu kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di Depok, Jawa Barat, tapi tak selesai.
Keterlibatannya dengan CIA bermula dari komunikasi internet. Sekitar April 2004, Rahmatan mengirim e-mail ke situs CIA, “Sir, I have information about Islamic movement in Indonesia. This is my number 08176535873.” Surat itu ia kirim karena ingin membuktikan rumor bahwa CIA terlibat dalam operasi intelijen yang menjadikan Islam sebagai sasaran tembak.
Singkat cerita, terjalinlah kontak dengan orang CIA bernama Eric, berkantor di Kedutaan Besar Amerika Jakarta. Eric-Rahmatan beberapa kali bertemu. Baik di kedutaan, sejumlah hotel, maupun kafe. Ia mendapat pelatihan manajemen stres, panduan operasi, serta uji coba penyusupan. Setelah dianggap lulus, pada akhir Juli 2004, Rahmatan meneken kontrak sebagai agen dengan gaji Rp 10 juta per bulan, asuransi kematian Rp 500 juta, dan jaminan perlindungan hukum.
Tugas pertama menyusup ke jaringan JI pimpinan Abu Daud. Ia berhasil dibaiat Daud jadi anggota JI di Bandung. “Daud juga menyatakan, saya siap jadi laskar istimata (bom bunuh diri –Red.),” tulis Rahmatan. Belakangan, setelah melihat foto Umar Patek di sejumlah media, Rahmatan baru tahu bahwa Daud adalah Umar Patek. Dalam jaringan ini, Rahmatan juga dipertemukan dengan Zulkarnain –kerap disebut sebagai panglima sayap militer (asykari) – JI di Pandeglang.
Saat masuk lingkaran Daud itulah, Rahmatan tahu ada rencana membunuh SBY. “Rencana ini dikemukakan Daud di Bandung pada saya,” tulisnya. “Jika SBY memenangkan pemilu dan menjadi presiden.” Jadi, rencana itu sudah terpikir sebelum SBY jadi presiden. “Dengan alasan, SBY yang merancang serta membuat Undang-Undang Antiteroris,” Rahmatan menambahkan.
Program lain Daud adalah menyerang Kedutaan Besar Amerika atau Istana Presiden. Untuk aksi itu, Daud pernah minta Rahmatan membelikan pesawat terbang mini dengan radio control. Daud juga minta dibuatkan peta Monas, Jakarta, karena posisi istana dan kedutaan di kiri-kanan Monas. Rancangannya, bom kecil ditanam di pesawat itu, dikendalikan lewat remote control. “Mereka ingin bikin semacam little nine one-one (9/11 mini –Red.) di Indonesia,” ujar Rahmatan kepada Fauzan.
Rahmatan mengaku baru sadar bahwa MMI jadi target –seperti ia sampaikan pada Fauzan ketika terjadi penangkapan sembilan paket bom dalam bus dari Garut di Bandung, 17 Desember 2004. Pada malam sebelum penangkapan, ia diperintah Eric (orang CIA dengan panggilan sandi “Paman”), agar mengirim anggota MMI naik bus dari Garut ke Bandung pukul 05.00. Diperkirakan, di bus itulah ditaruh bahan peledak. Sehingga, saat bus dihadang, ada orang MMI yang diringkus. “Saya yakin, ada rekayasa untuk menjebak anggota MMI tersebut,” tulis Rahmatan pada Munarman.
Ia punya catatan lain setelah beraksi menyusup ke MMI. Bahwa di tubuh MMI sudah banyak agen yang ditanam. Kepada Fauzan, Rahmatan menyebutkan ada tiga orang MMI berinisial “H” yang terindikasi direkrut jadi agen intelijen. Lalu, dalam pengakuan tertulisnya pada Munarman, ia mengutip penjelasan Heru, kolega Daud di Malaysia, bahwa Fauzan dan Irfan Awwas adalah kader JI sewaktu di Malaysia.
Orang berinisial “H” yang pertama berada di Yogyakarta. Ia memperlancar kunjungan Rahmatan ke kantor MMI Yogyakarta, saat menjalankan tugas Daud. Mr. H ini kemudian rutin mengirim informasi penting pada Rahmatan meski tak diminta. Misalnya jumlah rinci demonstran pro-Ba’asyir dari Yogyakarta. Tentang H Yogya ini, menurut Rahmatan, Eric bilang, “He is our friend.”
Mr. H Yogya itu mengarah pada Harun, staf humas MMI Yogyakarta. Di bagian awal testimoninya, Rahmatan menyebut nama Harun, sosok yang amat membantunya ketika berkunjung ke Yogya. Bahkan Harun sudah tahu nama Rahmatan sebelum diperkenalkan. Lalu Harunlah yang menyuruh Rahmatan “minta restu” pada Abu Bakar Ba’asyir di Cipinang.
H berikutnya ia sebutkan berada di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang. Tampaknya merujuk pada nama Hasyim, staf pribadi Ba’asyir. Karena ciri H Cipinang yang ia paparkan sama dengan ciri Hasyim yang ia terangkan di bagian awal pengakuan. Bahwa sosok inilah yang membantu memuluskan masuknya Rahmatan ke sel Ba’asyir.
Hanya dengan menyebut: “Saya membawa amanah dari Ustad Harun Yogyakarta”, H Cipinang langsung percaya. Ba’asyir juga bersedia membubuhkan tanda tangan di mushaf Al-Quran mini milik Rahmatan. H yang ketiga juga di Jakarta, dijelaskan sebagai Komandan Laskar Mujahidin Jakarta.
Harun dan Hasyim menyangkal tudingan sebagai agen intel. “Itu hanya fitnah dan cara memecah belah kami,” ujar Harun kepada Mukhlison S. Widodo dari GATRA. Harun membenarkan pernah menerima kunjungan Rahmatan. Tapi ada fakta yang dibalik. Bukan Harun yang proaktif menyuruh Rahmatan minta restu Ba’asyir. Rahmatanlah yang minta-minta dipertemukan dengan Ba’asyir karena mau mendirikan MMI Tangerang.
Soal Harun aktif mengirim informasi pada Rahmatan juga disangkal. Rahmatanlah yang menghubungi. Hasyim juga mengakui pernah mengantarkan Rahmatan ketemu Ba’asyir. Ia tak curiga apa-apa, karena Rahmatan membawa rekomendasi Harun. Seingat Hasyim, tidak ada pembicaraan aneh dan mencurigakan saat Rahmatan bertemu Ba’asyir. Yang pasti, pada pertemuan itu Rahmatan minta tanda tangan Ba’asyir di mushafnya.
Tim MER-C yang menyaksikan perekaman pengakuan Rahmatan menyimpulkannya sebagai tukang tipu. Jose Rizal sengaja mengumpulkan sejumlah dokter MER-C yang pernah ke Ambon dan terlatih mengendus aksi intel. “Semua menyatakan, hati-hati, Bang, ini tukang tipu. Pura-pura tobat,” kata Jose. “Feeling kita ini cukup ampuh waktu di Ambon. Beberapa intel ketahuan dari feeling kita.”
Jose menilai, tekanan utama pengakuan Rahmatan bukan soal keterlibatan CIA. Melainkan pada penyebaran kecurigaan terhadap beberapa orang di MMI. Berikutnya, ia hendak mengaitkan MMI dengan kelompok pembuat bom. “Kita tidak bisa jamin apakah Umar Patek memang berencana bunuh presiden,” katanya. Dalam persidangan Abdullah Sunata di Jakarta, Kamis lalu, terungkap, Umar Patek pada Oktober 2004 berada di Filipina. Sementara Rahmatan mengaku bertemu. Mana yang benar?
Bagi CIA, kata Jose, agen sekelas Rahmatan terbongkar satu tidak rugi. Kecuali agen inti selevel menteri. Tetapi efek paparan dan analisis dia besar. “Ancaman pembunuhan atas presiden, ancaman atas Kedutaan Besar Amerika, jadi legitimate,” ujar Jose. Bahwa CIA bermain di Indonesia, sejak zaman PRRI semua orang tahu. “Jadi, pinter nih master mind-nya,” Jose menambahkan. Ibarat main bilyar, kata Jose, pengakuan itu banyak tendangan sampingnya. “Dia mau membidik bola di sana tetapi lewat jalan lain.”
Analisis Jose juga dianut Munarman dan Fauzan. “Kemunculan intel CIA yang tobat ini hanya untuk membenarkan sinyalemen Syamsir Siregar bahwa ada rencana pembunuhan presiden. Itu pesan pentingnya,” kata Munarman. “Untuk membenarkan bahwa JI ada, masih bekerja, dan mengubah metode perjuangannya.” Dampak lebih jauh, “Proyek terorisme tetap bisa digulirkan dan uang akan mengalir seperti air.”
Ketua MMI, Irfan Awwas, tidak mau bereaksi berlebihan meski organisasinya jadi bidikan. “Ada keinginan untuk memancing-mancing supaya kami bereaksi, tapi kami tidak khawatir,” katanya. “Meng-inteli Majelis Mujahidin, kalau yang dicari aib dalam kaitan dengan apa yang mereka sebut teroris, pasti gagal karena itu tidak pernah jadi program Majelis Mujahidin.”
GATRA mencoba konfirmasi pada Kedutaan Amerika di Jakarta soal keberadaan Eric dan kerja samanya dengan Rahmatan. Asisten Atase Pers Kedutaan, Shannon Quin, hanya menjawab singkat. “Tak ada komentar dan tak ada tanggapan atas masalah ini,” ujarnya kepada Rahman Mulya dari GATRA.
Selain materi pengakuan, gelagat Rahmatan juga mengundang curiga. Ia sudah tiga kali kabur. Saat ia dibawah proteksi YLBHI, diinapkan di hotel Mega, Jakarta, tiba-tiba kabur tanpa pamit ketika disiapkan forum testimoni. Setelah itu, atas saran Fauzan, ia dilindungi MER-C. Ia kabur lagi ketika dibonceng motor untuk mengecek validitas print out rekeningnya. Pada cetakan itu, Rahmatan menunjukkan sejumlah transfer dari nama-nama orang asing.
Rabu malam pekan lalu, Rahmatan menyanggupi bertemu MMI dan MER-C di kantor GATRA. Lagi-lagi, ia membatalkan secara sepihak. Dengan alasan sedang dalam perlindungan Abu Hamdan, mantan Ketua Departemen Asykari MMI. Ia tak bisa ditelepon. Namun masih melayani kontak SMS Herry Mohammad dari GATRA. Ia meyakinkan GATRA bahwa tengah serius membersihkan diri.
Abu Deedat, Koordinator Fakta, mengenal dekat Rahmatan. “Ghirah Asep sangat tinggi untuk tahu sesuatu. Namun kontrolnya kurang. Ini cenderung mudah dimanfaatkan orang,” katanya kepada Deni Muliya Barus dari GATRA. Menurut Deedat, itu juga dipengaruhi ekonomi keluarganya yang kurangstabil. “Padahal, pemahaman agamanya bagus, namun akhlaknya kurang, masih suka ada bohongnya.”
Ketika dikonfirmasi ihwal berbagai penilaian bahwa pertobatannya adalah bagian operasi intelijen untuk mengaitkan MMI dan Ba’asyir dengan jaringan pengebom, Rahmatan menyatakan keberatan bila pengakuannya dimuat GATRA. Pada Jumat petang, saat deadline penulisan, Rahmatan mengirim pernyataan tertulis lewat seorang utusan.
“Pada hari ini, Jumat tanggal 6 Januari... mencabut seluruh keterangan yang pernah saya berikan kepada Saudara Fauzan Al-Anshari... baik berupa tulisan maupun rekaman suara, yang berisikan pengakuan atas pengalaman saya sebagai orang yang bekerja untuk kepentingan CIA,” tulis Rahmatan. “Seluruh pengakuan saya kepada Saudara Fauzan... saya nyatakan tidak sah dan tidak berlaku lagi, dan seluruh hal yang terkait dengan Fauzan saya nyatakan batal.”
Menyikapi pencabutan itu, Fauzan makin yakin, misi Rahmatan memang mengadu domba aktivis MMI. “Itu mempertegas agendanya untuk memfitnah MMI dan Ustad Abu,” katanya. Pernyataan itu hanya mencabut keterangan pada Fauzan. Pengakuan dalam rekaman video di kantor MER-C tidak disinggung. (gatra.com)

Langganan:
Postingan (Atom)

























































