Tuntut Qishas Penghujat Nabi, Umat Islam Kepung Kantor Walikota Bekasi
Kirim Tulisan ini ke kawanmu
BEKASI (voa-islam.com) - Pelecehan agama Islam yang dilancarkan oleh para Kristen Radikal Bekasi secara bertubi-tubi, menuai penentangan yang deras dari seluruh elemen umat Islam Bekasi. Usai shalat Jumat di Masjid Islamic Centre Bekasi, (14/5/2010), ribuan umat Islam melakukan aksi damai di halaman kantor Walikota Bekasi. Mereka menuntut qishas (hukuman mati) terhadap para salibis yang menghujat Allah dan Rasul-Nya.
Usai shalat Jum’at di Masjid Islamic Centre Bekasi, ribuan umat Islam dari berbagai
ormas Islam itu tumplek memadati Jalan Ahmad Yani menuju kantor Walikota Bekasi. Aksi damai yang dimotori oleh Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB) dan Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya itu meneriakkan takbir dan yel-yel meminta pelaku penghinaan Islam diadili, diusut dan ditindak tegas.Aksi damai berlangsung tertib itu diikuti oleh berbagai ormas se-Bekasi, antara lain: Persatuan Islam (PERSIS) Kota Bekasi, Pemuda PERSIS Kota Bekasi, Dewan Dakwah Islamiyah (DDII) Bekasi, Forum Ummat Islam (FUI), Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Bekasi, Gerakan Reformasi Islam (GARIS), Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), Majelis Rasulullah, dll. Mereka mengusung spanduk bertuliskan pesan damai ”Hargai Pluralitas, Runtuhkan Tirani Minoritas."
Selain spanduk dan bendera ormas, peserta aksi damai juga membawa poster foto Benny Tunggul, Walikota Mochtar Mohammad, Wakil Walikota Rahmat Effendi, dan foto seorang peserta pawai Kristen yang menari-nari di Masjid Agung Bekasi.
Poster Benny Tunggul diarak bertuliskan: “Penjarakan Benny Tunggul, Provokator dan Penjahat Agama,” “Benny Tunggul Penjahat Salibis,” “Benny Tunggul Musuh Islam Halal Darahnya, Mengandung: Penyulut Permusuhan Agama, Provokator, Penjahat Salibis, Memicu Perang Dan Konflik Agama, Anti Islam, Halal Darahnya..!!”
Sedangkan foto Walikota Bekasi Mochtar Mohammad bertuliskan “Mochtar Mohammad Makelar Gereja,” “Mochtar Mohammad Pendukung Salibis.” Lalu foto remaja peserta pawai yang membawa replica mahkota paus ke area Masjid Agung Al-Barkah Bekasi bertuliskan “Cari, Tangkap dan Penjarakan!”
Sesampai di depan kantor Walikota Bekasi, para perwakilan dari berbagai ormas berorasi menuntut Walikota Mochtar Mohammad untuk bertanggungjawab atas maraknya gerakan kristenisasi, maraknya gereja liar tak berizin, dan penodaan agama di Kota Bekasi.
Namun Walikota Mochtar Mohammad tak bisa ditemui pendemo karena sedang ada kunjungan kerja ke Gorontalo. Sebagai gantinya, para pendemo diterima secara terbuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi Candra Utama, didampingi oleh Kapolres Metro Bekasi AKBP Imam Sugianto.
Candra berjanji akan mempertemukan para perwakilan ormas Islam dengan Walikota Mochtar Mohammad pada hari Senin 17 Mei 2010.
“Hari Senin Pak Walikota akan menerima kita semuanya. Dan suratnya sedang saya buat, apa yang menjadi harapan segenap umat Islam yang hari ini hadir akan saya sampaikan pada beliau,” ujarnya.
Usai menyampaikan penjelasannya, Candra didaulat oleh para pendemo untuk membacakan “Deklarasi Umat Islam Bekasi” di atas mobil pendemo. Deklarasi ini disepakati dalam Tabligh Akbar umat Islam di Masjid Agung Al-Barkah Bekasi, 9 Mei 2010. Deklarasi yang berisi 8 butir pernyataan sikap itu ditandatangani enampuluhan perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bekasi, ormas Islam, majelis taklim, pengurus masjid dan musholla se-Bekasi.
Dengan sangat koperatif, Candra membacakan Deklarasi Umat Islam Bekasi yang salah satu butir isinya adalah tuntutan qishas terhadap pelaku penghujatan Allah dan Nabi-Nya.
“Kami mengecam dan menentang keras segala upaya, tindakan dan kegiatan kristenisasi/pemurtadan terhadap umat Islam yang sering dilakukan oleh kaum Nasrani. Kami sangat tersinggung atas pelecehan, penghinaan terhadap Islam dan simbol-simbol umat Islam. Kami mengutuk serta menuntut qishas bagi para pelakunya,” tegas Candra dengan suara berapi-api.
Usai pembacaan Deklarasi Umat Islam Bekasi, para peserta aksi damai menginjak-injak dan membakar poster bergambar foto orang-orang yang dianggap bertanggungjawab atas maraknya pemurtadan, kristenisasi dan penodaan agama di Bekasi.
Aksi damai selanjutnya beralih menuju patung berhala di kawasan Harapan Indah Bekasi.
Demo menuntut qishas terhadap para Kristen Radikal ini adalah buntut dari pelecehan terhadap Al-Qur'an yang dilakukan alumnus SMP Bellarminus di SMAN 5 Bekasi dengan foto menginjak Al-Qur'an dan pose “Al-Qur'an Fuck You.” Belum usai kasus di pecahan Al-Qur'an di SMAN 5 Bekasi, muncul lagi penodaan yang lebih dahsyat dalam ‘Blog Santo Bellarminus’ pada tanggal 21 April 2010 yang menamakan diri Gerakan Membasmi Islam (GMI). Dalam postingan berjudul “Habisi Islam di Indonesia,” ditulis berbagai hujatan terhadap Islam dengan mengejek Allah dan Rasulullah sebagai oknum Homoseks (gay). Penodaan lainnya, Al-Qur'an dihujat sebagai kitab sesat dan kitab seksual, Islam dilecehkan sebagai agama setan, dsb.
Belum usai kasus penodaan SMAN 5 dan Blog Santo Bellarminus, muncul lagi penodaan yang tak kalah dahsyatnya. Alih-alih memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), umat Kristen mengadakan pawai mencatut Badan Narkotika Kota (BNK) Bekasi. Dengan klaim telah mendapat izin dari Walikota Mochtar Mohammad, dua puluhan peserta pawai berkostum Kristiani memasuki pelataran Masjid Agung Bekasi. Mereka menari-nari membuat formasi Pedang Salib.
Kemarahan warga Bekasi tak tertahankan lagi, mereka pun menuangkan dalam Deklarasi Umat Islam Bekasi pada Tabligh Akbar di Masjid Agung Al-Barkah Bekasi yang menuntut qishas terhadap para pelaku penodaan Islam. [taz/adrian]
Ratusan Al-Quran Dibakar di Sebuah Masjid Sunni di Yaman

Sumber dari pihak Keagamaan di kota Tarim, Yaman Selatan provinsi Hadramaut melaporkan bahwa sekitar 100 kitab suci Al-Quran dan koleksi buku-buku agama telah dibakar oleh orang yang tidak bertanggung jawab di sebuah masjid di kota itu.
Sumber setempat mengatakan bahwa nyala api naik ke atap masjid Dahman, menambahkan bahwa pelaku pembakaran itu tidak berhenti dengan kejahatannya keji terhadap kitab Allah Al-Quran dan rumah Allah namun pelaku juga masuk ke bagian dalam masjid dan melakukan pembakaran terhadap mading yang berisi jadwal pengajaran Al-Quran dan jadwal kajian Islam, sehingga merusak dinding dan membakar kasur masjid, yang terletak bagian bawah tempat mading itu tergantung.
Menurut sumber dari lokasi yang sama, mereke menuduh kelompok “Sufisme” berada di balik insiden tersebut, mereka juga mengecam aparat keamanan yang kurang tegas melakukan penyelidikan atas terbakarnya masjid dan al-quran.
Sumber itu berkata: “Saya sama sekali tidak mendengarkan suara dari pihak keamanan.” Di sisi lain, sumber lokal di Tarim menyatakan bahwa tindakan seperti itu termasuk aksi yang belum pernah terjadi di kota itu.(fq/imo)
حرق 100 مصحف داخل مسجد للسنة باليمن
| التاريخ : السبت 08 مايو 2010 07:27:34 مساءً
مباشر: قالت مصادر دينية في مدينة تريم بمحافظة حضرموت اليمنية الجنوبية إن مجهولاً قام بإحراق ما يقارب الـ 100 مصحف و مجموعة من الكتب الدينية التابعة للسنة في أحد مساجد المدينة. وقال مصدر محلي إن “ألسنة لهب النيران ارتفعت إلى سقف مسجد دحمان”، مضيفًا “إن المجرم لم يكتف بجريمته الشنيعة في حق كتاب الله وبيت الله بل دخل إلى الجزء الداخلي من المسجد وقام بحرق المجلة الحائطية لحلقات تحفيظ القرآن الكريم وتعليم العلوم الشرعية، مما أدى إلى تشويه جدار المسجد وإحراق الفرش الذي يقع أسفل مكان المجلة”، حسب موقع “التغيير” اليمني. اتهامات للصوفية والأمن وبحسب الموقع نفسه، فقد اتهمت مصادر “الصوفية” بالوقوف وراء الحادث، كما اتهمت الأمن بالتساهل في إجراء التحقيقات حوله لضبط متسببيه. وقالت المصادر: “لم يسمع للأمن أية صوت ولو أن الأمر متعلق بالرئيس لأقاموا الدنيا ولم يقعدوها”. ومن جهةٍ أخرى، أكد مصدر محلي في تريم –عاصمة الثقافة الإسلامية لهذا العام- أن مثل تلك الأفعال دخيلة على المدينة. |
Suporter Bola Bikin Heboh......
Suporter Bola sangat bersemangat dan mereka yang terkenal untuk menyelenggarakan pesta besar yang tidak selalu aman. Banyak dari mereka berakhir dengan menghubungi tim kebakaran dan sering polisi telah melakukan intervensi. Dan di atas semua itu mereka terkenal karena kekerasan dan perkelahian jalanan.


























Leia Mais


























Kisah Jurnalis Non-Muslim yang Mencoba Mengenakan Niqab
Sebuah pemandangan mencolok terlihat saat seorang perempuan mengenakan abaya hitam lengkap
Nama jurnalis itu adalah Katja Kuokkanen. Ia menyamar sebagai seorang Muslimah karena ia ingin merasakan bagaimana rasanya mengenakan pakaian Muslimah lengkap dengan niqab di tengah-tengah masyarakat di Finlandia yang masih asing dengan Islam. Bagaimana rasanya jika orang-rang disekitarnya membelalakkan mata ketika orang-orang yang mengenakan pakaian seperti yang ia kenakan saat itu melintas dikeramaian.
Kuokkanen menuliskan pengalaman dan perasaannnya saat mengenakan niqab. Ini adalah apa yang ia tulis :
Niqab hitam yang dibuat dari bahan sifon menutup seluruh wajah juga dua mataku. Satu waktu seorang laki-laki tanpa sengaja menyentuh pundakku di sebuah tempat perbelanjaan. Laki-laki tersebut tanpa merasa bersalah (seperti yang kebanyakan terjadi di sini) hanya meminta maaf sambil terburu-buru untuk pergi.
Lalu, saat ia benar-benar melihatku, seorang perempuan yang mengenakan abaya hitam dan niqab, pakaian yang biasa digunakan Muslimah, tiba-tiba ia sangat merasa bersalah dan meminta maaf. Sepertinya ia orang Arab, dari dialek saat ia meminta maaf kepadaku. Aku tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya.

Dari tempat perbelanjaan, aku pergi ke stasiun Metro. Saat aku hendak masuk ke sebuah metro oranye, aku menerima perlakuan yang tak pernah aku perkirakan. Seorang laki-laki yang tengah mabuk berkata kepada tiga temannya, "Hey, ini adalah salah satu pemandangan neraka!"
Mendengar teriakannya, penumpang lain serempak melihat kearahku. Namun seorang perempuan paruh baya tidak menghiraukn ocehannya dan mengatakan sesuatu kepadaku, "hey, kamu menjatuhkan barangmu," lalu ia memberikannya kepadaku, sebuah jepit rambut yang terjatuh dari tasku. Aku tidak mengucapkan terimakasih kepada perempuan itu karena aku tidak ingin penyamaranku terbongkar.
Selanjutnya seorang perempuan Somalia muda yang bekerja sebagai penjaga toko menolongku membetulkan cadarku. Ia mengatakan bahwa Muslimah di Helsinki tidak biasa mengenakan pakaian seperti yang aku pakai. Gadis Somalia tersebut mengatakan sebisa mungkin tidak mengenakan pakaian yang seluruh warnanya adalah hitam. Warna gelap menjadi pusat perhatian. Memadupadankan warna mungkin lebih baik, ujarnya, ia juga mengatakan bahwa sebenarnya Muslimah Finlandia ingin mengenakan penutup wajah, namun sangat sulit, karena tidak diijinkan.
Saat berada di mall Itakeskus, aku melihat banyak mata menatap dengan pandangan tajam dan sinis. Seorang bocah laki-laki terlihat ketakutan dan panik saat melihatku. Namun menurutku, saat aku mulai mengenakan pakaian ini, yang aku jahit di sebuah garmen, aku merasakan nyaman dan hangat di dalamnya, walau kadang aku merasa kesulitan.
Lalu, saat aku memasuki sebuah swalayan, aku bertemu dengan perempuan Somalia tua yang menegurku dengan kalimat, Assalamualaikum, yang kurang lebih berarti semoga keselamatan tercurah kepadamu. Aku sangat tersentuh dengan sapaannya. Aku tidak pernah mendapati yang seperti ini. Dan kalimat ini selalu aku dapatkan dari para Muslimah baik muda ataupun tua saat bertemu denganku, sebenarnya aku tidak mengerti maksud dari kalimat tersebut, namun saat aku mencari tahu ternyata itu adalah sebuah doa, sungguh indah.
Jurnalis ini merefleksikan eksperimennya pada hari itu, ia mengatakan seorang Muslimah yang mengenakan abaya dan niqab yang selalu dipandang sinis sebenarnya tidak buruk seperti yang dipikirnya banyak orang (non-muslim). "Ini benar-benar tidak buruk. Jika kamu mengenakannya, kamu akan merasakan sebuah kedamaian."
Kisah ini menjadi ironis ketika sebagian besar negara-negara Eropa melarang penggunaan jilbab dan niqab. Mereka yang berusaha melakukan pelarangan harus membaca kisah yang ditulis jurnalis Helsinki ini. (haninmazaya/tum/arrahmah.com)
Mango Tree House,,,,,
Sebuah rumah di pohon Mangga. Disusun dan dirancang oleh Insinyur Sipil Mr KP Singh dari Udaipur (Rajasthan), India. Mr KPSingh dan keluarganya tinggal di rumah itu sejak 2000 rumahnya terdaftar di dalam Kitab limbah of Records juga.












Leia Mais












Langganan:
Postingan (Atom)

























